Memilukan, Sampah Menumpuk di TPS Lawata, Timbulkan Aroma Tak Sedap di Kota “Mataram Harum”

Walikota Mataram, H.Mohan Roliskana

BidikNews.net,Mataram
- Bau busuk yang menyengat yang bersumber dari tumpukan sampah di TPS Lawata Gomong Mataram dikeluhkan warga sekitar. Bayangkan setiap hari warga yang berdomisili sekitar dan bahkan yang melewati ruas jalan Pemuda itu kerap di suguhi aroma bau busuk dari tumpukan Sampah yang ada ditempat itu.

Wilayah Lawata sebagai Tempat Pembuangan Sampah di Kota Mataram itu dikeliling oleh sejumlah sarana berbagai aktifitas seperti, Pendidikan, Sarana Ibadah, UMKM dan sarana prasara olah raga itu harus bergelut dengan aroma bau busuk dari sampah yang dibiarkan menumpuk.

Tentu dengan sejumlah fungsi Lawata yang mjultiguna tersebut warga masyarakat merasa tidak nyaman ketika aroma busuk menjadi santapan setiap hari baik siang dan malam akibat bau menyengat dari tumpukan sampah yang entah kapan harus berakhir.

Warga Lingkungan Lawata mengaku sudah menginformasikan informasiksn ke petugas sampah, di TPS Lawata, maupun ( OPD ) terkait & DPRD kota Mataram agar kondisi TPS di Lawata untuk dicarikan solusi agar bau menyengat tidak menjadi racun yang tiada akhir bagi warga sekitar.

Keluhan warga Lawata dan masyarakat yang melintasi jalur jalan itu cukup beralasan karena bau menyengat bisa membahayakan kesehatan apalagi dimusim hujan. Belum lagi sampah-sampah di TPS Lawata itu dibiarkan menumpuk bertahun-tahun karena tidak tuntas diangkut oleh petugas.

Warga sekitar TPS Lawata tersebut menyarankan agar OPD  terkait & DPRD kota Mataram agar memasang beberapa CCTV agar diketahui perkembangan kondisi sampah setiap hari di lokasi TPS Lawata. 

Wakil Walikota Mataram, TGH Mujiburrahman, SH

Warga Linglkungan Lawata Gomong Mataram itu juga menyoal kesepakatan awal secara lisan dengan OPD terkait ketika itu Wali Kota Alamarhum H.M.Ruslan. Warga dan OPD terkait menyepakati bahwa sampah tidak boleh berlama-lama dan harus diangkut oleh petugas sehingga lokasi TPS Lawata tersebut setiap hari harus kosong agar tidak menimbulkan bau busuk seperti saat sekarang ini.

“Sesuai kesepakatan awal secara lisan dgn OPD Terkait dengan warga pada saat bangun TPS Lawata hanya untuk sementara, sembari pemerintah Kota Mataram mencar lokasi lain dengat syarat setiap hari sampah harus tuntas di angkut artinya lokasi TPS dalam kedadaan bersih.” Kata salah seorang warga Lawata.

ini kejadian di TPS nya terus menerus  bau busuk yg sangat menyengat Jangan salahkan hujan atau cuaca, Ini akibat tdk tuntasnya pengangkutan sampah oleh petugas dinas Kebersihan terhadap sampah yang cukup lama dibiarkan menumpuk di TPS Lawata.” Lanjut warga Lingkungan Lawata kepada media ini.

Karena itu, warga Lingkungan Lawata meimnta sekaligus menegaskan agar OPD terkait memeprintahlkan petugas pengangkut sampah setiap hari harus mengangkut sampah di lokasi itu dengan tuntas. Selain itu, OPD terkait harus menempatkan petugas yang akan melakukan aktifitas pengangutan sampah setiap hari.

Tumpukan sampah di TPS Lawata Gomong Mataram yang menimbulkan bau busuk

Warga masyarakat juga meminta agar pemerintah Kota segera memasang CCTV yang bisa diakses dan dipantau langsung oleh warga masyarakat terkait aktifitas petugas sampah setiap harinya yang.

Yang lebih penting juga kata warga Lawata, agar pemerintah Kota Mataram segera menempatkan petugas dari dinas kesehatan / Puskesmas yang dapat melakukan  penyemprotan guna mengantisipasi timbulnya wabah penyakit seperti DBD serta penyakit lain akibta sampah di lokasi itu. 

Kemudian terakhir, warga Lawata dan sekitarnya meminta kepada pemerintah Kota Mataram untuk segera memindahkan lokasi Pembuangan sampah di Lawata ini ketempat lain, karena Lawata merupakan wilayah multiguna yang menjadi salah satu kebanggaan warga Kota Mataram. 

Di Lawata, terdapat sarana prasarana Pendidikan, Sarana Ibadah, perkantoran serta para UMKM yang menjajakan makanan serta minuman serta sarana olah raga yang cukup memedai. 

Akan sangat bertentangan jika Mataram Kota Harum harus bergellut dengan bau busuk yang menyengat akibat tumpukan sampah yang diata akhir tanpa solusi yang tepat.

Bagi Warga Lawata khususnya, Walikota H. Mohan Roliskana tentu tak ingin Kota “Mataram Harum” yang ia bangun harus bergelut dengan bau busuk dan aroma aroma tidak sedap bahkan ancaman wabah penyakit pun akan tidak terelakkan.

Sementara itu Keluhan masyarakat mengenai bau menyengat di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Lawata di Gomong, Kota Mataram, mendapat tanggapan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram. 

Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Mataram Vidi Yuris Gamanjaya 

Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Mataram Vidi Yuris Gamanjaya menjelaskan, bau tersebut disebabkan oleh hujan yang mengguyur Kota Mataram selama beberapa hari terakhir.

"Masalahnya ini, komplainnya ini kan karena hujan berturut-turut selama empat hari. Yang namanya TPS ya, pasti keluar baunya. Di situ kan ada bekas-bekas sampah di tembok, itu yang bau," ungkap Vidi. Kepada wartawan yang dirilis LombokPost.online,Rabu, 26 Maret 2025

Kepada wartawan, Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Mataram Vidi Yuris Gamanjaya mengatakan bahwa TPS Lawata menampung sekitar 17 dam truk sampah setiap hari dari Kecamatan Mataram, Ampenan, dan sebagian Sekarbela. 

Ia juga menegaskan, sampah-sampah tersebut rutin diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir Regional (TPAR) Kebon Kongok.

Ke depannya, setelah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo di Ampenan beroperasi, TPS Lawata akan ditutup. Pengelolaan sampah akan difokuskan di TPST tersebut. 

Dengan TPST yang terpusat, diharapkan pengelolaan sampah di Kota Mataram lebih efektif dan efisien serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat.

"Jadi memang ke depannya di Mataram itu tidak ada TPS. Karena TPS itu hanya Tempat Parkir Sementara, bukan Tempat Pembuangan Sampah," tegas Vidi.

Pewarta: Dae Ompu


0 Komentar